Berapa Tinggi Badan Ideal Balita yang Tepat Seusia Anak Anda? Simak Penjelasan Berikut!

 

Tinggi badan merupakan salah satu indikator yang dapat diukur untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan anak. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk mengetahui berapa tinggi anak pada usia tertentu.

Data informasi tinggi badan ini kemudian dapat menjadi acuan untuk menyimpulkan apakah anak kekurangan gizi atau sudah memiliki status gizi yang normal.

Sebagai orang tua, ketika anak-anak lain memiliki tinggi badan ideal balita sementara anak mereka sendiri dirasa lebih pendek mungkin akan membuat khawatir. Namun, perlu dipahami bahwa tinggi badan anak yang satu bisa jadi berbeda dengan anak yang lain. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor.

Faktor yang mempengaruhi tinggi badan 

Beberapa faktor yang mempengaruhi tinggi badan balita di antaranya adalah faktor genetik dari orang tua yang memang memiliki tinggi badan yang sama. Misalnya orang tua tinggi, maka anak juga memiliki risiko tinggi badan yang sama dengan orang tua mereka.

Kebiasaan anak-anak yang senang bermain, sehingga menyebabkan tubuh terlalu letih karena waktu tidur yang berkurang akan berpengaruh terhadap tinggi badan anak.

Tinggi badan juga dipengaruhi oleh status gizi yang dikonsumsi oleh si anak. Apabila gizi yang diberikan tidak cukup, maka anak akan lebih sulit untuk bertambah tinggi. Adapun faktor lain yang mempengaruhi tinggi badan adalah akibat lahir prematur, ataupun memiliki gejala penyakit dan kelainan tertentu.

Untuk mendeteksi adanya kelainan ataupun gangguan pada anak, maka orang tua wajib dengan teliti memantau tumbuh kembang anak. Hal ini akan menyebabkan penanganan apabila terdapat masalah pada anak dapat ditangani dengan cepat. Sehingga, tidak akan terjadi masalah serius di kemudian hari.

Tinggi badan ideal

Tinggi badan ideal merupakan pengukuran yang dilakukan dengan panjang tubuh sesuai dengan usia mereka dan juga jenis kelaminnya. Secara umum, tinggi badan ideal balita 1 tahun (0-12 bulan) adalah sekitar 72-78 cm untuk laki-laki dan 70-78 cm untuk anak perempuan, atau pertambahan anak ketika berusia 0 tahun atau baru lahir hingga memasuki usia 1 tahun adalah sekitar 25 cm.

Tinggi badan ideal balita 2 tahun (13-24 bulan) adalah sekitar 82-92 cm untuk laki-laki, sedangkan 80-92 cm untuk perempuan, atau dengan kata lain, pertambahan ideal dari usia 1 tahun hingga usia 2 tahun adalah sekitar 13 cm.

Tinggi badan ideal balita 3 tahun (25-36 bulan) dari usia 2 tahun adalah terdapat penambahan sekitar 9 cm, atau untuk anak laki-laki usia 3 tahun adalah 83-95 cm, dan untuk anak perempuan adalah sekitar 82-95 cm.

Tinggi badan ideal balita 4 tahun untuk laki-laki adalah sekitar 84-97 cm dan perempuan 83-96 cm. Pada usia 4 tahun hingga anak-anak memasuki masa pubertas, akan terjadi penambahan tinggi badan sekitar 5 cm setiap tahunnya.

Sementara untuk tinggi badan ideal balita 5 tahun adalah sekitar 85-98 cm untuk anak laki-laki dan 84-9 cm untuk anak perempuan.

Bagaimana supaya balita memiliki tinggi badan yang optimal?

Untuk orang tua ketahui, anak yang satu dengan yang lainnya akan memiliki tinggi badan yang berbeda-beda, meskipun sama usianya. Hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tadi disebutkan di atas, yang intinya adalah genetik dan nutrisi. Meskipun demikian, sebagai orang tua Anda dapat mengupayakan supaya anak-anak Anda dapat memiliki tinggi badan yang optimal.

Beberapa tips menambah tinggi badan balita adalah sebagai berikut.

Penuhi kebutuhan makanan bergizi

Di masa pertumbuhan, orang tua dapat mengoptimalkannya dengan cara memberi makanan yang bergizi tinggi pada anak. Selain itu, penerapan pola makanan sehat, 4 sehat lima sempurna bisa menjadi acuan pola makan yang bisa diberikan kepada anak.

Makanan penambah tinggi badan pada balita adalah makanan yang memiliki gizi tinggi seperti protein, vitamin, mineral, kalsium, dan juga zat besi. Anda bisa mendapatkan nutrisi tersebut pada makanan seperti daging, ikan, kacang-kacangan, sayur, dan buah-buahan.

Sebagai pelengkap, Anda juga bisa memberikan vitmin dan suplemen tambahan kepada anak-anak. Namun, perlu diperhatikan benar-benar suplemen apa yang diberikan, dan kandungan apa yang ada di dalamnya. Jangan percaya suplemen penambah badan instan yang dijual bebas tanpa izin edar.

Berikan susu pada anak

Selanjutnya, untuk menambahkan nutrisi, orang tua bisa memberikan susu pada menu anak. Susu bermanfaat juga untuk menjaga kesehatan tulang. Anda bisa memilih susu penambah tinggi badan balita dengan memperhatikan kandungan gizi yang ada di dalamnya.

Untuk mengoptimalkan tinggi badan, pilihlah yang mengandung protein tinggi berkualitas, kalsium, zat besi, vitamin, dan magnesium. Anda bisa memberikan susu nabati (susu soya, susu almond), susu sapi, dan sebagainya. 

Untuk bayi yang lahir kurang dari 9 bulan, cara menambah tinggi badan bayi prematur adalah dengan memberikan susu formula. Susu formula yang diberikan di antaranya adalah susu formula preterm, post discharged formula, standard formula, formula asam amino, formula tinggi kalori, dan sebagainya.

Susu preterm formula ini biasanya diberikan pada bayi yang lahir pada usia kandungan kurang dari 34 minggu. Susu ini bisa diberikan supaya bayi yang lahir prematur dapat mengejar pertumbuhan. Susu post discharged formula biasa diberikan kepada bayi yang telah pulang ke rumah setelah lahir, sementara susu formula biasa (standard formula) diberikan kepada bayi setelah pertumbuhannya mulai tampak normal.

Olahraga rutin

Olahraga secara rutin dapat membuat anak Anda semakin dekat dengan standar tinggi badan ideal balita. Hal ini karena olahraga dapat memacu produksi hormon pertumbuhan pada tubuh anak-anak. Maka, sangat dianjurkan bagi orang tua untuk mengajak anak-anaknya berolahraga bersama, sebagai contoh supaya anak-anak mau merutinkan olahraga.

Ada berbagai olahraga santai yang bisa Anda pilih untuk sang buah hati, namun tidak semua memiliki pengaruh untuk pertumbuhan tinggi badan. Olahraga yang dianjurkan untuk meninggikan badan di antaranya adalah berenang, basket, bersepeda, lompat tali, dan sebagainya

Istirahat yang cukup

Pada suatu penelitian, anak yang kurang istirahat ataupun waktu tidur yang cukup akan cenderung memiliki tinggi badan yang kurang. 

Cara yang ini mungkin agak sulit dilakukan apalagi jika anak Anda termasuk yang aktif. Namun, dengan membiasakan istirahat yang cukup, anak akan memiliki tubuh yang segar setiap harinya. Ini juga dapat membuat pertumbuhan tinggi badan ideal anak dapat tercapai.

Bayi yang baru lahir idealnya memiliki waktu tidur sekitar 18 jam setiap harinya. Sementara untuk balita sekitar 10 sampai 13 jam per hari dan untuk anak-anak adalah sekitar 8-11 jam tiap harinya.

Pengukuran tinggi badan ideal balita bisa Anda lakukan sendiri, ataupun dengan membawa anak secara rutin ke posyandu dan puskesmas terdekat. Pengukuran sebaiknya dilakukan secara rutin, untuk melakukan deteksi dini apabila terdapat gejala-gejala anak mengalami lambat tumbuh supaya dapat dilakukan penanganan segera.