Memantau Pertumbuhan Anak Dengan Menganalisis Grafik Pertumbuhan Kms

Setiap ibu pasti ingin anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik. Banyak cara yang dilakukan ibu untuk membantu agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Selain dengan memberikan asupan gizi, imunisasi serta hal baik lainnya, ibu juga selalu memantau perkembangan buah hati dengan teliti. Salah satu cara yang bisa ibu lakukan adalah dengan menganalisis grafik pertumbuhan kms.

Pentingnya Memantau Tumbuh Kembang Anak

Memantau tumbuh kembang buah hati adalah hal yang harus ibu lakukan terutama untuk ibu dengan anak baduta atau di bawah 2 tahun. Pemantauan yang baik seharusnya dilakukan setiap satu bulan sekali. Ibu bisa memanfaatkan Kartu Menuju Sehat yang dimiliki oleh setiap bayi baru lahir untuk mengetahui apakah si kecil telah tumbuh secara optimal.

Melalui menganalisis grafik pertumbuhan kms ibu dapat mengetahui apakah bayi mengalami fase pertumbuhan dan perkembangan yang optimal atau tidak. Setiap anak harus mengalami pertumbuhan serta perkembangan setiap waktunya. Tidak bisa salah satu hanya bertumbuh atau hanya berkembang. jika terjadi ketidakseimbangan, maka ibu harus segera berkonsultasi pada dokter spesialis anak khusus untuk masalah tumbuh kembang anak.

Cara Menganalisis Pertumbuhan Melalui KMS

KMS dibagi menjadi dua warna yaitu merah muda dan biru sesuai dengan jenis kelamin buah hati. Setiap bulannya anak harus ditimbang, bisa melalui posyandu atau dokter anak serta pelayanan kesehatan lainnya seperti puskesmas. Pada KMS akan terdapat grafis KMS. Grafik tersebut merupakan catatan untuk pertumbuhan anak. Mulai dari tinggi hingga berat anak .

Pada grafik KMS ibu juga akan melihat pita dengan 3 warna. Pita hijau menandakan pertumbuhan dan perkembangan anak normal. Pita kuning menandakan pertumbuhan anak kurang atau berlebihan sehingga ibu sudah harus mulai waspada untuk mengembalikan anak ke kondisi normal lagi. Sedangkan pita warna merah bisa juga disebut sebagai zona bahaya. Pita merah menandakan anak sangat kurus atau sangat gemuk sehingga ibu harus mulai berhati – hati dan segera melakukan tindakan yang tepat.

Apabila ditemui anak terlalu gemuk atau bergizi buruk sehingga terlalu kurus, maka penanganan harus segera dilakukan. Cara membaca KMS dengan grafik yang disediakan WHO sama saja. Namun untuk ibu di Indonesia sebaiknya menggunakan KMS yang sudah disesuaikan dengan kondisi masyarakat kita.

Memantau serta menganalisis grafik pertumbuhan kms bisa dengan mudah mengetahui apakah anak obesitas, normal atau gizi buruk. Sehingga sangat penting bagi setiap ibu untuk memantau pertumbuhan anak melalui KMS. Sedangkan untuk perkembangan, ibu bisa mencari di internet atau meminta kepada dokter spesialis tumbuh kembang anak untuk memantau apakah perkembangan anak ibu normal. Pemantauan sebaiknya terus dilakukan hingga anak beranjak besar dan memasuki usia sekolah.